Nama saya Dihyah Al Qalbi, biasa dipanggil Dihyah.  Saya lahir  di Makassar pada tanggal 2 Januari 2007. Saat ini duduk di kelas VIII SMP Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat.

Ketika masuk pertama kali sekolah  ini saya merasa sedih karena saya harus tinggal jauh dari kedua orang tua. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai melupakan kesedihan itu. Kata kakak kelas ketika masih kelas VII dahulu  “tidak akan terasa waktu di sini, jika engkau menikmatinya dengan baik”. Tanpa terasa waktu terus berjalan saya sudah mau naik kelas ke kelas 9.

Saya juga selalu mengingat kata kata orang tua saya. “Tidak apa-apa Dihyah sekolah jauh-jauh, itu untuk kebaikan Dihyah sendiri, tidak apa apa Dihyah sekolah jauh jauh toh, nanti juga Dihyah akan pulang lagi kesini”, kata orang tua saya yang selalu  teringat hingga sekarang.

Seiring dengan berjalannya waktu juga telah banyak kejadian atau pengalaman yang saya lewati bersama teman teman di sekolah ini.  Salah satu pengalaman yang sangat berkesan  adalah ketika saya menyetorkan hafalan terakhir saya yang disaksikan seluruh santri tahfidz SMP-SMA Al-Quran Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor.

Jika dulu saat  masih kelas 7 saya hanya banyak bermain, membuang waktu dengan sia sia, maka di kelas VIII  ini saya sudah mulai serius. Karena saya sudah paham betul betapa besarnya pengorbanan kedua orang tua saya untuk membiayai kebutuhan sekolah saya.

Di kelas VIII ini saya sudah mulai serius dengan apa yang saya inginkan.  Yaitu  menjadi hafidzul quran, penghafal al quran yang merupakan keinginan saya terbesar. Karena saya paham betul bahwa dari dulu orang tua saya sangat berharap agar  anaknya bisa menjadi penghafal alquran.

Orang tua mana yang tidak mengharapkan anaknya untuk menjadi penghafal al quran? Tentu saja semua orang tua sangat berharap bahwa anaknya bisa menjadi penghafal al quran. Maka dari itu, ketika  masuk kelas VIII semester 2 saya mulai serius untuk menghafalkan Alquran. Saya tidak ingin lagi banyak bermain.  Oleh karena itu saya mulai serius lagi dalam menghafalkan Alquran.

Tentu saja bukan hanya itu yang membuat saya bersemangat untuk menghafal al quran. Masih banyak lagi motivasi yang membuat saya bersemangat dalam menghafalkan al quran pada waktu itu.  Yaitu karena Allah. Tentu saja kita harus mendapatkan ridho-Nya. Karena jika Allah  tidak meridhoi kita atau tidak mengizinkan kita untuk menjadi penghafal al quran maka apakah kita tetap bisa menjadi penghafal alquran? Tentu saja tidak. Maka kita harus berusaha mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala  agar kita bisa menjadi pengfal Alquran.

Masih ada lagi motivasi yang membuat saya bersemangat dalam menghafal al quran.  Saya memiliki rival atau saingan. Sebenarnya saya sudah memiliki rival sejak saya mulai menghafal pada kelas 4 SD dan saya menyadari itu pada kelas VIII  ini. “Dalam menghafal kita harus memiliki orang yang harus kita kejar, orang yang harus kita kalahkan, itu untuk kita semakin semangat dalam berbuat kebaikan”, pesan Ustadz saya.

Maka sejak kelas delapan ini saya mulai serius dan pada kelas delapan ini semester 2. tanggal 13 Maret 2021 Alhamdulillah saya telah menyelesaikan setoran terakhir saya yang disaksikan oleh seluruh santri SMP-SMA Alquran wahdah islamiyah cibinong bogor. Alhamdulillah keinginan saya dn harapan kedua orang tua saya dan harapan seluruh keluarga saya telah saya capai. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *